BKKBN Kalbar Gaungkan GATI dan Layanan Cek Kesehatan Gratis di Ruang Nongkrong Anak Muda

Pontianak — Pemerintah terus menghadirkan layanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan yang inovatif. Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat bersama GenRe Kalbar, Puskesmas Kampung Bangka, dan CW Coffee menggelar sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) serta pemeriksaan kesehatan gratis di CW Coffee Tanjung Sari, Pontianak Kota, Sabtu (25/4).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, dengan memanfaatkan ruang-ruang publik yang lebih santai dan mudah diakses.

Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga, Eriza Wahyuhandani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pendekatan baru pemerintah dalam menyampaikan program dan layanan kepada masyarakat.

Menurutnya, kehadiran layanan di ruang nongkrong tidak hanya bertujuan memberikan edukasi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan serta peran keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan gula darah, asam urat, kolesterol, tekanan darah, lingkar perut, serta berat badan. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Kampung Bangka sebagai langkah deteksi dini penyakit, khususnya bagi masyarakat usia 15 tahun ke atas.

Salah satu peserta, Efril, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai konsep layanan kesehatan di tempat santai membuat masyarakat, terutama remaja, lebih tertarik untuk memeriksakan diri.

“Biasanya kami enggan datang ke fasilitas kesehatan, namun dengan kegiatan seperti ini menjadi lebih mudah dan nyaman,” ujarnya.

Selain layanan kesehatan, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi Program GATI oleh Penyuluh Keluarga Berencana Kota Pontianak yang menyasar langsung pengunjung dan komunitas yang hadir.

Ketua Umum Paguyuban Honda West Borneo Community, Ferry Ashary, menyampaikan pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak. Ia menyoroti fenomena fatherless yang masih cukup tinggi di Indonesia dan berdampak pada aspek psikologis, sosial, hingga perilaku anak.

Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan bahwa kondisi fatherless tidak hanya disebabkan oleh ketidakhadiran fisik ayah, tetapi juga ketidakhadiran emosional dalam pengasuhan. Faktor budaya yang masih memandang pengasuhan sebagai tanggung jawab ibu turut memperkuat kondisi tersebut.

Melalui kegiatan ini, BKKBN Kalbar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan yang adaptif, kolaboratif, dan relevan dalam mendukung terwujudnya keluarga berkualitas.

Leave a comment