Waspada! Pengedar Uang Palsu Incar Pedagang Kecil di Tempat Ini…

by -609 views
Foto: Pecahan uang Rp. 50.000,- yang diterima pedagang buah jeruk.
Foto: Uang palsu Rp. 100.000,- yang diterima pedagang gorengan sekitar Jl. P. Natakusuma. (atas: asli bawah: palsu).

Pontianak-Today. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Peribahasa lama itu mungkin sangat cocok untuk mewakili nasib dua pedagang kaki lima yang baru saja tertipu oleh pengedar uang palsu.

Berdasarkan informasi yang tim Kalbartoday himpun dari penuturan langsung para korban (11/10), kedua korban menyampaikan dua situasi yang berbeda satu sama lain terhadap kasus penipuan ini. Debby, pedagang jeruk kaki lima yang menjadi salah satu korban penipuan uang palsu pecahan 50.000 versi lama ini contohnya.

Saat tim Kalbartoday temui di lokasi tempatnya berjualan, Ia mengatakan, “Dilihat sekilas, nampak tidak ada beda uang palsu dengan uang asli. Tapi waktu mau setor tunai ke ATM, baru ketahuan, uang palsu di tolak ATM“. cetusnya dengan nada kesal.

Foto: Pecahan uang Rp. 50.000,- yang diterima pedagang buah jeruk. (Ket: atas palsu, bawah asli)

Berbeda dengan Debby, korban penipuan uang palsu lainnya, pedagang gorengan di kawasan Jalan Natakusuma, Pontianak Kota. Wanita yang tidak ingin di sebutkan namanya ini baru menyadari tertipu oleh pengedar uang palsu setelah pelaku pergi.

Awalnya memang merasa sedikit curiga dengan uang itu, tapi karna tidak enak untuk memeriksa keaslian lebih jauh, saya batalkan niat tersebut. Soalnya pernah pengalaman, dulu saya cek uang dari konsumen secara teliti, konsumen malah kesal atas perlakuan saya” ujarnya. Namun ketika ditanya perihal ciri-ciri pelaku, kedua korban sama-sama tidak ingat.

Kasus peredaran uang palsu memang sering menjadikan pedagang kecil sebagai korban. Minimnya pengetahuan akan informasi ciri-ciri uang asli mungkin menjadi salah satu faktor kasus penipuan tersebut lebih sering menimpa pedagang kecil. Selain itu, pengedar uang palsu cenderung memanfaatkan kondisi fisik korban yang sudah tua sehingga kurang teliti. Kasus lain juga terkadang memanfaatkan kondisi ramainya pelanggan, sehingga pedagang tidak sadar telah menjadi korban peredaran uang palsu.

Pedagang kecil memang sering menjadi sasaran empuk pengedar uang palsu, berbeda dengan di pusat perbelanjaan mederen seperti minimarket, supermarket, hingga mall yang pengawasannya lebih ketat, teliti, dilengkapi alat deteksi uang palsu dan adanya kamera cctv juga membantu meminimalisir peredaran uang palsu di tempat tersebut.(Koz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.