Libatkan 200-an Pelajar, MD KAHMI KKR Gelar Dialog Antar Etnis

by -37 views

Kubu Raya – Today. Pada tanggal 27 Januari 2019 di Aula kantor Camat Kuala Mandor B, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Majelis Daerah (MD) Kabupaten Kubu Raya (KKR) Kalimantan Barat menggelar kegiatatan yang salah satu rangkaiannya adalah pembentukan pemuda perdamaian KKR yang melibatkan sekolah-sekolah SMA sederajat.

Ada 6 sekolah yg hadir dengan jumlah peserta sebanyak 200 orang, acara kemudian dirangkai dengan deklarasi perdamaian dengan melibatkan anak-anak sekolah yaitu perwakilan OSIS dari masing-masing sekolah. Rasiam, MA,  Ketua MD KAHMI KKR dalam sambutannya mengatakan bahwa pemuda merupakan kelompok strategis untuk menjaga perdamaian.

“Pembentukan Duta Perdamaian yang melibatkan anak-anak muda yang masih sekolah di jenjang SMA sederajat meeuapakan wujud proram strategis dalam rangka mengawal dan menciptakan perdamaian, mereka merupakan kelompok milenial yang handal dan bisa diberi tanggung jawab” Ungkap Akademisi muda IAIN Pontinak dalam kegiatan yang bertemakan “Pemuda Lokomotif Perdamaian untuk Keutuhan NKRI”.

Kegiatan berikutnya adalah dialog perdamaian yang diisi oleh beberapa narasumber, meraka adalah Eka Hendri AR, M.Si, M.Pd Pemuda Melayu Kalbar, Dosen IAIN pontianak dan aktivis perdamaian,  hadir juga Drs. H.Sukiryanto Ketua Ikatan Keluarga Besar Madura Kalbar, Kasiono, M.Pd dari paguyuban Jawa, dan Florensius Loren, A.Md IPDKR (Ikatan Pemuda Dayak KKR), dialog ini dipandu oleh moderator Budi RahmanS.Sos.

MD KAHMI KKR

Dalam pemaparannya Eka Hendry AR, M.Si, M.Pd menyampaikan Berbicara Lokomotif maka harus berbicara rel nya juga. Maka funding father kita telah membangun rel untuk roda negara ini. Gejolak pemikiran funding father diakomodir dalam dialog akal sehat dan melahirkan piagam jakarta dengan pancasila sebagai dasar negara. Setelah memenuhi lokomotif, rel (jalan) dan tujuannya, maka berikutnya adalah diperlukan macinesnya atau sopirnya. Sopir diperlukan orang yang visioner.

Sementara itu Drs. H. Sukiryanto berbicara tentang budaya madura diawali dengan definisi madura. Madura bersala dari kata “Madu” dan “Dara”. Madu artinya salah satu ciptaan Allah dan sangat bermaaf, sementara dara merupakan buring dara yang indah dan setia. Damai itu beda dengan bahagia. Dami itu jauh lebih substansi dan hakiki ketimbang bahagia. Contoh, ketika kita pergi rekreasi maka kita akan bahagia. Tapi belum tentu damai. Untuk itu damai itu harus dimulai dari diri sendiri, damai diri dan insyaAllah akan damai dengan orang lain.

“Untuk nerawat itu, maka Ikatan Keluarga Besar Madura merawat tradisi coffe morning yang diprakrsai oleh Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Prof. Dr. Chairil Efendi dan dilakukan secara bergiliran” ungkap pengusaha property ini.

Pada gilirannya Florensius Loren menjelaskan, Dayak merupakan suku yang asal Kalbar mempunyai keyakinan keberagamaan yang meyakini tentang Jubata dan alam adalah segalanya. Pemuda harus menjadi agen of change, agen of development dan menjadi agen of modernisasi.

“Adat Nganyau adalah adat dimana jika ingin menikah maka harus mendapatkan kepala manusia. Tapi sejak dilakukan pertemuan Tumbang Anoi yaitu pertemuan tokoh-tokoh dayak di Kalteng adat ini sudah dihilangkan karena dianggap tidak manusiawi. Untuk menjaga perdamaian maka komunikasi dan kerjasama antar OKP Kubu Raya harus terus terjalin” Ungkap Florensius.

Mantan komisioner KUPD Kalbar Kasiono, M.Pd,  mengatakan Kegiatan ini hadir bukan karena akan ada konflik ke depan, tapi bagaimana KAHMI menyiapkan mental masyarakat utamanya pelajar terbentuk secara positif. Untuk, pemuda sebagai lokomotif, maka harus sering disibikkan dengan membaca dan menulis. Membaca refenrensi yang luas, tidak dibatasi oleh referensi yang terbatas sehingga mempunyai wawasan yang luas. (awe)

Sumber: MD KAHMI KKR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.